Manfaat dan Resiko dalam E – Commerce

Manfaat E-Commerce

1. Aliran pendapatan baru yang mungkin lebih menjanjikan, yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
3. Menurunkan biaya operasional (operating cost).
4. Melebarkan jangkauan (global reach)
5. Meningkatkan customer loyality.
6. Meningkatkan supplier management.
7. Memperpendek waktu produksi.
8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).

Resiko E-Commerce
Resiko E-Comerce dapat terjadi karena penyalahgunaan dan kegagalan sistem yang terjadi, terdiri atas :

1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan, misal seseorang telah menghancurkan/ mengganti semua data finansial yang ada.
2. Pencurian informasi rahasia yang berharga, misal pencurian terhadap kepemilikan teknologi, informasi pemasaran atau informasi yang berhubungan dengan kepentingana konsumen
3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan peservice, misal gangguan yang bersifat nonteknis, seperti aliran listrik mati.
4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak, misal seorang hacker berhasil membobol sistem perbankan dengan berhasil memindahkan sejumlah rekening orang lain ke dalam rekening peribadinya.
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen, misal seringnya terjadi gangguan pada jaringan yang menyebabkan akses gagal.
6. Kerugian-kerugian yang tak terduga, misal gangguan terhadap transaksi bisnis, akibat kesalahan faktor manusia atau kesalahan perangka

Model Bisnis Umum Di E-Commerce

1. Direct to Customer
Yi : melakukan penjualan melalui hubungan yang terjalin secara langsung antara perusahaan dengan pelanggannya:
2. Full – Servise Provider
Yi : menyediakan berbagai fasilitas dan jasa ( sumber daya ) yg di butuhkan oleh perusahaan lain dalam menjalankan operasi bisnisnya
3. Whole of Enterprise
Yi : menawarkan fasilitas satu pinta ( single point of contact ) kepada pelanggan yg membutuhkan pelayanan yang melibatkan banyak pihak ( perusahaan )
4. Intermediaries
Yi : menjadi perantara (broker ) dari berbagai jenis keperluan ( berdasar data, informasi , segmen industri , komunitas , ddsb )
5. Shared infrastructure
Yi : menawarkan penyewaan terhadap berbagai infrastructure teknologi informasi meliputi data – data aplikasi perangkat keras , dan jaringan
6. Virtual Community
Yi : memanfaatkan komunikasi yg ada di dunia maya untuk berbagai produk dan jasa digital
7. Value net Integrator
Yi : mengintegrasikan berbagai entity atau sumber daya yang ada di internet agar produk2 atau jasa2 baru yang belum pernah ad sebelumnya dapat di tawarkan kepada pasar dan calon pelanggan
8. Content Provider
Yi : menawarkan pelayanan pembentukan dan distribusi data , informasi, dan knowledge ( content ) yang bernilai tinggi kepada pelanggan
9. InfoMediary :
Yi : kemampuan dalam menyampaikan dan mendapatkan informasi secara cepat dengan adanya virtual community
10. Procurement
Yi : menawarkan jasa dalam mengurangi cost di antara nya yang berkaitan dengan biaya penyimpanan barang ( inventory cost ) dan biaya administrasi ( overhead )
11. Lelang ( Auction )
Yi : penawaran barang dalam model lelang yang jika penawar tertinggi yg bias mendapatkan produk yang di inginkan
12. Brokerage
Yi : menawarkan jasa perantara dalam menghubungakn calon pembeli ( customer ) dengan pedagang ( merchant s)
13. Affiliate Marketing
Pengaturan di mana sebuah mitra pemasaran ( perusahaan , organisasi , atau individu ) yg merujuk konsumen pada web site tertentu
14. Viral Marketing
Pemasaran mulut ke mulut di mana konsumen mempromosikan sebuah produk atau jasa kepada teman atau orang lain melalui internet

3 Bagian dalam perencanaan bisnis

1. Konsep bisnis
Dapat meliputi struktur bisnis, produk dan jasa yang ditawarkan.
2. Market / Pasar
Adalah analisa konsumen potensial yang meliputi siapa konsumen dan strategi untuk
memenangkan persaingan.
3. Finansial
Mencakup estimasi pendapatan arus kas, neraca serta rasio keuangan lainnya, seperti
analis break even.

Tahapan dalam evolusi e – Commerce

1. Brochurware :
Pada Tahap ini internet digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan brosur elektronik
2. Customer Interactivity
Tahap dimana perusahaan mulai mengembangkan aplikasi situsnya untuk memungkinkan komunikasi 2 arah ( dialog ) contoh : chating , teleconference
3. Transaction Enabler
Pd tahun ini adalah pengembangan suatu aplikasi yang memungkinkan terjadinya transaksi bisnis secara elektronik
a. Mekanisme pembelian oleh konsumen
b. Mekanisme perusahaan dengan rekanan bisnisnya

4. One – to – one Relationship
Terbentuknya mekanisme yang memungkinkan terjadinya transaksi perdagangan antarindividu

MANFAAT EC BAGI MASYARAKAT

Electronic commerce memungkinkan orang untuk bekerja di dalam rumah dan tidak banyak keluar untuk berbelanja, akibatnya ini akan menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan serta mengurangi polusi udara. Elctronic commerce memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih rendah, sehingga orang yang kurang mampu bisa membeli lebih banyak dan meningkatkan taraf hidup mereka.Electronic commerce memungkinkan orang di negara-negara Dunia ketiga dan wilayah pedesan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa EC. Ini juga termasuk peluang untuk belajar berprofesi serta mendapatkan gelar akademik.Electronic commerce memfasilitasi layanan publik, seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan pemerataan layanan sosial yang dilaksanakan pemerintah dengan biaya yang lebih rendah, dan / atau dengan kualitas yang lebih baik. Layanan perawatan kesehatan, misalnya, bisa menajangkau pasien di daerah pedesaan.

MANFAAT EC BAGI KONSUMEN

Electronic commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi.Electronic commerce meemberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan; mereka bisa memilih berbagai produk dari banyak vendor.Electronic commerce menyediakan produk-produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.Dalam beberapa kasus, khususnya pada produk-produk yang digitized, EC menjadikan pengiriman menjadi sangat cepat.Pelanggan bisa menerima informasi relevan secara detail dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau minggi.Electronic commerce memungkinkan partisipasi dalam pelelangan maya (virtual auction).Electronic commerce memberi tempat bagi para pelanggan untuk berinteraksi dengan pelanggan lain di electronic community dan bertukar pikiran serta berbagai pengalaman.Electronic commerce memudahkan persaingan, yang pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara substansial

MANFAAT EC BAGI ORGANISASI

Electronic commerce memperluas marketplace hingga ke pasar nasional dan Internasional. Dengan capital uotplay yang minim, sebuah perusahaan dapat secara mudah menemukan lebih banyak pelanggan, suplier yang lebih baik, dan partner bisnis yang paling cocok dari seluruh dunia. Misalnya, tahun 1997, Boing Corporation menyatakan bisa melakukan penghematan sebesar 20 % setelah memasang pemberitahuan di Internet yang berisi pembukaan pengajuan proposal untuk membuat suatu sus-sistem. Sebuah vender kecil di Hungaria mengajukan proposal dan memenangkan tawar-menawar yang dilang sungkan secara elektronis. Akhirnya tidak saja lebih cepat, sub-sistem itu pun dikirim dengan cepat.
Electronic commerce menurunkan biaya pembuatan, pemrosesan, pendistribusian, penyimpanan dan pencarian informasi yang menggunakan kertas> Misalnya, dengan menggunakan sistem procurement elektronis, perusahaan dapat memangkas biaya administratif bagi purchasing sebesar 85 %, Contoh lain adalah benefit payment. Bagi pemerintah federal AS biaya untuk mengeluarkan selembar cek kertas adalah 43 cent. Biaya pembayaran eketronis adalah 2 cent (lebih murah 95 %). Penghematan ini menjadi lebih dari 100 juta dolar per tahun. Karena itu pada tahun 2000 nanti pemerintah federal berharap bisa beralih sepenuhnya ke pembayaran benefit elektronis, dengan mentransfer uang ke rekening bank atau smart card.
Electronic commerce memungkinkan pengurangan inventory dan overhead dengan menyederhanakan supply chain management tipe “pull”. Dalam supply chain management tipe pull, proses dimulai dari pesanan pelanggan serta digunakan manufakturing just-in-time.
Pemrosesan pull-type memungkinkan customization produk dan layanan yang sebetulnya mahal menjadi lebih memiliki keunggulan komparatif bagi yang menerapkan. Satu contoh klasik adalah Dell Computers Corp, yang nanti juga akan dibahas kasusnya.

Electronic commerce mengurangi waktu antara outlay modal dan penerimaan produk dan jasa.
Electronic commerce mendukung upaya-upaya business process reegineering. Dengan mengubah prosesnya, maka produktivitas salespeople, pegawai yang berpengetahuan, dan administrator bisa meningkat 100 % atau lebih.
Electronic commerce memperkecil biaya telekomunikasi-Internet lebih murah dibanding VAN.
Keuntungan lain meliputi, layanan konsumen dan cinta perusahaan menjadi lebih baik, menemukan partner bisnis baru, proses menjadi sederhana, waktu bisa dipadatkan, produktivitas meningkat, kertas bisa dihindari, akses informasi menjadi cepat, biaya transportasi berkurang, dan fleksibilitas bertambah.